
Sebelum menyimak isi website ini secara menyeluruh, Sobat Nusantara perlu mengetahui definisi kata “nusantara” itu sendiri. Sebab, kata tersebut -selain menjadi nama situs sederhana ini- juga merupakan tema besar yang akan dibahas.
Pengertian Nusantara
Makna kata nusantara tentu pertama-tama bisa ditengok dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kamus yang saat ini dimutakhirkan versi keenamnya tersebut mengartikan nusantara sebagai ‘Sebutan (nama) bagi seluruh wilayah Indonesia’.
Lebih lanjut, dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan tulisan Dr. Nur Aisyah S.H., M.Kn dan kawan-kawan, pengertian nusantara didasarkan atas sudut pandang Kerajaan Majapahit pada masa lampau. Kala itu, belum ada satu sebutan pun yang merujuk seluruh wilayah Indonesia dan Malaysia sekarang.
Oleh karena itu, nusantara digunakan untuk menyebut wilayah-wilayah di luar Majapahit. Empu Tantular dalam kitab karangannya yang termasyhur, Negarakertagama, menjelaskan bahwa kata ini mencakup pulau-pulau di luar Jawa. Kala itu, memang pulau-pulau luar tersebut berada di bawah kekuasaan Majapahit.
Adapun berdasar keterangan dari tulisan bertajuk Bumi Nusantara: Sejarah Kerajaan, Bahasa, dan Budaya Serumpun oleh Diaz Dinar Moza Nabila dkk., nusantara mencakup wilayah yang lebih luas. Artinya, bukan hanya Indonesia dan Malaysia saja, melainkan juga Singapura dan Brunei Darussalam.
Lantas, apa makna nusantara dari segi bahasa? Dirujuk buku Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi tulisan Paristiyanti Nurwardani dkk., kata nusantara terbentuk dari bahasa Sansekerta, ‘nusa’ dan ‘antara’.
‘Nusa’ berarti pulau, sedangkan ‘antara’ bermakna laut, seberang, atau luar. Bila digabung, maka nusantara berarti kepulauan yang terletak di antara laut atau bangsa-bangsa yang dihubungkan oleh laut. Mengingat, dalam bahasa Latin, kata ‘nusa’ atau nesos juga bisa diartikan sebagai bangsa.
Apa pun definisinya, yang jelas, nusantara saat ini mengacu kepada keseluruhan pulau-pulau Indonesia. Yang mana, pulau-pulau tersebut dihubungkan lewat jalur laut.
Asal-Usul Kata Nusantara
Usai mengetahui pengertian istilah ini, Sobat Nusantara mungkin bertanya-tanya tentang asal-usulnya. Disadur dari Portal Informasi Indonesia, para sejarawan berpendapat bahwa nusantara pertama kali tercatat dalam literatur Jawa Pertengahan, sekitar abad ke-12 hingga 16.
Nama ini juga dipakai oleh Maha Patih Gadjah Mada tatkala menggambarkan konsep kenegaraan yang digunakan Kerajaan Majapahit. Dalam naskah Sumpah Palapa yang melegenda itu, tertulis:
“Lamun huwus kalah Nusantara ingun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.”
Kata nusantara kembali mengudara secara luas setelah dipergunakan oleh Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara. Ahmad Sulton melalui tulisannya, ‘Filsafah Nusantara Sebagai Jalan Ketiga antara Falsafah Barat dan Falsafah Timur’ yang diunggah di jurnal Esensia, menjelaskan bahwa kata ini dimunculkan Ki Hajar Dewantara pada tahun 1920-an. Kala itu, ia menggunakan nusantara sebagai ganti istilah Hindia Belanda.
Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Ahli
Tatkala mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Sobat Nusantara pasti membahas wawasan nusantara. Berhubung artikel ini akan menjadi gerbang pembuka untuk konten-konten selanjutnya, tidak ada salahnya untuk memahami sekilas terminologi tersebut. Dirangkum dari tulisan Ita Reinita Hadari, SH., MH. bertajuk Wawasan Nusantara, berikut ini definisinya menurut sejumlah ahli:
1. Munadjat Danusaputro
Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang saling terhubung, serta pemekarannya di tengah lingkungan berdasarkan asas nusantara.
2. Samsul Wahidin
Wawasan nusantara adalah cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, cara bertindak, cara berpikir dan tingkah laku bagi bangsa Indonesia sebagai hasil dari interaksi psikologis, sosiokultural dalam arti luas dengan aspek-aspek asta grata.
3. Sabarti Akhadiah
Wawasan nusantara merupakan cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai bentuk aspirasi bangsa besar yang merdeka, berdaulat, dan bermartabat yang menjiwai kebijakan dalam mencapai tujuan bangsa.
4. M Panggabean
Wawasan nusantara adalah doktrin politik bangsa Indonesia untuk mempertahankan kelangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan mempertimbangkan pengaruh ekonomi, geografi, demografi, teknologi, dan peluang strategis lainnya.
5. Sumarsono
Wawasan nusantara merupakan nilai yang menjiwai segenap peraturan perundang-undangan yang berlaku pada setiap strata di seluruh wilayah negara. Peraturan tersebut menggambarkan sikap, perilaku, paham, dan semangat nasionalisme kebangsaan yang tinggi dan menjadi identitas jati diri bangsa Indonesia.
Demikian pembahasan ringkas mengenai definisi atau pengertian kata nusantara. Sampai bertemu dalam pembahasan lain seputar Indonesia tercinta, Sobat Nusantara!

Tinggalkan komentar