
Istilah budaya bukanlah hal yang asing dalam kehidupan sehari-hari. Sobat Nusantara mungkin acap kali membacanya di media online, koran, hingga teks pembelajaran. Namun, tahukah kamu apa definisi budaya?
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan budaya sebagai pikiran; akal budi; adat istiadat. KBBI juga mendefinisikannya sebagai sesuatu mengenai kebudayaan yang sudah berkembang atau, beradab dan maju. Adapun kebudayaan, diartikan sebagai hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia, seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat.
Kata kebudayaan itu sendiri, menurut keterangan dari tulisan yang diunggah Etheses IAIN Kediri, berasal dari bahasa Sansekerta, ‘buddhi’. Kata tersebut bertransformasi menjadi budhi atau budhaya. Kurang lebih, artinya adalah hasil pemikiran atau akal manusia.
Dalam bahasa Inggris, budaya disebut culture. Cambridge Dictionary memaknai kata tersebut sebagai ‘cara hidup, terutama adat istiadat dan kepercayaan umum, dari sekelompok orang tertentu, pada waktu tertentu pula’.
Bagaimana dengan para ahli? Apa arti yang mereka simpulkan?
pENGERTIAN KeBUDAYAan MENURUT AHLI
Dikutip dari buku Sosiologi Keperawatan tulisan Dra. Noorkasiani, M.Kes dkk., buku Antropologi: Mengungkap Keragaman Budaya oleh Tedi Sutardi, dan buku Antropologi tulisan Yuni Sare, berikut sejumlah definisi kebudayaan menurut ahli:
1. Ki Hajar Dewantara
Menurut Bapak Pendidikan Indonesia, budaya atau kebudayaan adalah buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni alam dan zaman (kodrat dan masyarakat). Kebudayaan juga merupakan bukti kemampuan manusia mengatasi rintangan dalam kehidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang tertib dan damai.
2. Koentjaraningrat
Koentjaraningrat, Antropolog Indonesia yang termasyhur, mendefinisikan kebudayaan sebagai keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
3. Sutan Takdir Alisyahbana
Alisyahbana menyebut kebudayaan sebagai manifestasi cara berpikir sehingga pola kebudayaan itu sangat luas karena semua tingkah laku dan perbuatan tercakup di dalamnya dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikir. Artinya, perasaan juga termasuk karena merupakan maksud dari pikiran.
4. Malinowski
Menurut Malinowski, kebudayaan pada prinsipnya didasarkan atas berbagai sistem kebutuhan manusia. Tiap tingkat kebutuhan pada gilirannya menghadirkan corak budaya yang khas. Sebagai contoh, guna memenuhi kebutuhan manusia dan keselamatannya, timbul kebudayaan berupa perlindungan.
5. C.A. van Perusen
Menurutnya, kebudayaan adalah manifestasi kehidupan setiap orang dan kehidupan setiap kelompok orang dapat berlainan dengan hewan. Oleh karena itu, manusia tidak dapat hidup begitu saja di tengah-tengah alam.
6. Selo Sumarjan dan Sulaeman Sumardi
Kedua ahli asal Indonesia ini mengatakan bahwa kebudayaan merupakan semua hasil karya, rasa, dan cipta manusia.
7. Roger M. Keesing
Keesing menyimpulkan dua arti kebudayaan. Pertama, kebudayaan dimaknai sebagai konteks pikiran dan perilaku. Sementara itu, dengan pendekatan kedua, kebudayaan semata-mata diartikan sebagai konteks pikiran.
8. Clifford Geertz
Arti kebudayaan menurut Geertz adalah sistem keteraturan dari makna dan simbol-simbol, yang mana melalui makna dan simbol yang ditransmisikan, diterjemahkan, dan diinterpretasi agar dapat mengontrol perilaku, sumber-sumber ekstrasomatik dari informasi, memantapkan individu, mengembangkan pengetahuan, membuat penilaian, dan bersikap terhadap kehidupan mereka.
Wujud kebudayaan
Usai memahami sekilas definisinya, Sobat Nusantara sedikit banyak perlu paham wujud-wujud kebudayaan. Berbekal pengetahuan ini, pemahaman mengenai 7 unsur kebudayaan bisa menjadi lebih matang.
Dilansir buku Budaya Nusantara yang disusun oleh Dr. Soni Sadono, M.T., M.Hum, Koentjoroningrat membagi kebudayaan menjadi tiga wujud, yakni sistem ide, sistem aktivitas, dan sistem artefak. Begini rinciannya agar Sobat Nusantara lebih paham:
1. Sistem Ide
Kebudayaan dalam wujud ini bertujuan mengatur dan menjadi acuan perilaku manusia. Tentu saja, tidak ada wujud riilnya, melainkan hanya abstrak saja. Contoh nyata sistem ide adalah norma sosial yang berlaku di masyarakat, seperti bersikap sopan kepada yang lebih tua, beribadah sesuai ajaran agama, dan bertegur sapa dengan orang lain.
2. Sistem Aktivitas
Sesuai namanya, wujud kebudayaan ini berbentuk aktivitas atau kegiatan sosial yang berpola dari individu dalam suatu masyarakat. Sistem aktivitas bersifat konkret dan bisa dilihat, seperti misalnya tradisi Grebeg Maulud yang digelar untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
3. Sistem Artefak
Merupakan yang ‘paling konkret’ dari dua tipe wujud lain karena bisa dilihat dan diraba secara langsung oleh panca indra. Wujud kebudayaan ini adalah benda-benda fisik yang dihasilkan oleh manusia. Permisalannya adalah Candi Borobudur dan wayang golek.
unsur kebudayaan dan contohnya
Sekarang, tiba saatnya bagi Sobat Nusantara untuk menyelami unsur-unsur kebudayaan yang berjumlah 7 menurut Koentjoroningrat. Dirangkum dari Jurnal Literasiologi bertajuk ‘Budaya, Pemahaman, dan Penerapannya “Aspek Sistem Religi, Bahasa, Pengetahuan, Sosial, Kesenian, dan Teknologi”‘ tulisan Sumarto dan buku Antropologi untuk SMA/MA Kelas XII oleh Mohammad Adib dkk., berikut penjelasannya:
1. Sistem Bahasa
Unsur kebudayaan pertama adalah bahasa, sarana komunikasi antarmanusia yang telah eksis sejak lama. Keesing menjelaskan bahwa bahasa memegang peranan penting karena berfungsi untuk mewariskan kebudayaan kepada generasi penerus. Contohnya adalah bahasa-bahasa yang ada, seperti bahasa Indonesia, Inggris, Jawa, Sunda, dan Bali.
2. Sistem Pengetahuan
Dalam kultur universal, sistem pengetahuan berkaitan erat dengan sistem peralatan hidup dan teknologi. Pasalnya, sistem pengetahuan sifatnya abstrak dan hidup dalam pikiran. Batasan unsur kebudayaan satu ini juga sangat luas karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai hal. Contohnya adalah pengetahuan cara bercocok tanam, ilmu tentang arah angin, dan pemahaman seputar pengobatan herbal.
3. Sistem Organisasi Sosial
Unsur kebudayaan ketiga adalah sistem organisasi sosial. Mudahnya, kebudayaan tentu terbentuk dari segolongan manusia yang berkumpul menjadi masyarakat melalui berbagai kelompok sosial. Sistem organisasi sosial juga bisa diartikan sebagai aturan dan lembaga yang mengatur hubungan antarindividu dalam masyarakat. Contohnya adalah lembaga adat nagari di Minangkabau dan sistem kekerabatan patrilinear yang berlaku di Batak.
4. Sistem Peralatan Hidup dan Teknologi
Sepanjang sejarah kehadirannya di muka Bumi, manusia selalu berusaha mempertahankan hidupnya dengan membuat peralatan-peralatan. Para antropolog menggunakan peralatan maupun teknologi suatu masyarakat untuk menelaah kebudayaannya. Contoh konkritnya adalah bajak untuk bertani, perahu pinisi untuk berlayar, dan rumah eskimo guna melindungi diri dari udara dingin.
5. Sistem Mata Pencaharian Hidup
Unsur kebudayaan kelima ini adalah aktivitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, baik yang pokok maupun tambahan. Sistem mata pencaharian hidup tentu dipengaruhi letak geografis, sumber daya alam, iklim, dan perkembangan teknologi. Contohnya, profesi pelayan untuk masyarakat yang tinggal di pinggir laut dan pekebun di dataran tinggi.
6. Sistem Religi
Setiap masyarakat pasti memiliki sistem religi atau kepercayaan dengan berbagai macam bentuknya. Sistem yang dianut bisa jadi merupakan agama ‘modern’, seperti Islam dan Kristen. Namun, bisa juga berupa kepercayaan tradisional yang diwariskan turun-temurun, seperti animisme dan dinamisme.
7. Sistem Kesenian
Unsur kebudayaan terakhir adalah sistem kesenian. Sobat Nusantara tentu sudah paham bahwa kesenian adalah karya manusia yang memiliki nilai estetika dan rasa keindahan. Kesenian digunakan untuk hiburan, pendidikan, atau upacara adat. Contoh kesenian sebagai unsur budaya adalah tari saman di Aceh, tari piring di Sumatra Barat, dan pertunjukan wayang kulit di Jawa.
Nah, itulah sedikit tentang budaya atau kebudayaan, mulai dari hakikat hingga 7 unsurnya. Sampai jumpa di konten-konten Lembaran Nusantara lainnya, ya!
Tinggalkan komentar